saat ini umur ku 25 thn... dan saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di indonesia, aku hanya lulusan SMK swasta. itu adalah latar belakang ku
alkisah (cie....) aku adalah seorang yg keras kepala, aku selalu memegang prinsip, aku seorang yang idealis, aku tidak bisa bersilat lidah untuk menjilat, aku hanya bisa berkata apa kenyataan yang ada di hadapanku, aku bekerja dengan sungguh2 (setidaknya semua itu yang dikatakan oelh teman2ku sekantor). hasil nya dari semua watak ku di atas adalah aku di panggil oelh perusahaan untuk di konseling, konseling bukan merupakan prestasi, namun adalah panggilan untuk memperbaiki diri... terlintas di kepalaku waktu itu, apakah ada yang salah dengan watak ku? apakah aku tidak bekerja dengan benar? bagiku panggilan konseling adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, karena tidak ada penghargaan bagiku yang sudah bekerja dengan sebenar-benarnya, indikator pekerjaan ku adalah keberhasilan dalam operasional sehari-hari, tidak ada masalah yang tidak bisa kami pecahkan bersama di kantor, tapi kenapa aku harus di konseling???
di tempat konseling aku bertemu banyak orang di sana, mungkin sekitar 20 orang, hal yang ada di pikiranku ada juga di pikiran mereka semua, "kenapa kami di perlakukan seperti ini?". kami merasa seperti tidak di perlakukan dengan adil.
saat pertemuan pembicara nya adalah 2 org psikolog, banyak hal yg di ceritakan, dari situ aku melihat berbagai karakter yang berbeda dari orang2 yang ada di ruangan tersebut... intinya yang diruangan tersebut adalah orang-orang yang terbuang, dan itu termasuk diriku.
akhirnya sampai juga giliran padaku, nama nya juga konseling, jadi di sana hanyar bertukar pikiran. kemudian si psikolog bercerita, beliau pernah juga bekerja pada salah satu perusahaan ketika beliau masih muda, beliau adalah orang yang pintar, kalau tidak, tidak mungkin sekarang beliau menjadi seorang psikolog yang mempunyai reputasi. Beliau bercerita bahwa dulu sering beradu argumen dengan atasan, hampir yang beliau ceritakan tentang diri beliau sangat mirip denganku, dan atasan menjadi tidak senang dengan beliau. suatu saat ada teman beliau bercerita, sang atasan pernah bercerita bahwa beliau itu adalah orang yang pintar, dan beliau juga benar, tapi CARANYA YANG SALAH
banyak dari kita tidak sadar siapa yang kita hadapi, dia atasan atau siapa. ada atasan yang bisa menerima ada yang tidak bisa menerima, terutama apabila kita masih berumur 20an, dan atasan kita sdh 40an, kebanyakan sangat sulit dari mereka yang mau di kritik oleh kita yang masih muda.
inti dari konseling yang aku terima terutama untuk diriku sendiri adalah, pertahankan apa yang sudah baik dari diri kamu, dan perbaiki yang kurang dari diri kamu, perbaiki cara berkomunikasi kepada orang yang lebih tua, dan sejak saat itu aku mulai memperbaiki CARA yang tadi salah...
akhirnya sekarang sudah mulai berjalan normal, atasan sdh mulai menghargai hasil dari pekerjaan ku.
tapi karena idealis ku masih ada, rasa nya masih nyesek juga kalau melihat sesuatu yang di manipulasi tidak sesuai dengan kenyataan
semoga bisa di ambil hikmahnya, amin
alkisah (cie....) aku adalah seorang yg keras kepala, aku selalu memegang prinsip, aku seorang yang idealis, aku tidak bisa bersilat lidah untuk menjilat, aku hanya bisa berkata apa kenyataan yang ada di hadapanku, aku bekerja dengan sungguh2 (setidaknya semua itu yang dikatakan oelh teman2ku sekantor). hasil nya dari semua watak ku di atas adalah aku di panggil oelh perusahaan untuk di konseling, konseling bukan merupakan prestasi, namun adalah panggilan untuk memperbaiki diri... terlintas di kepalaku waktu itu, apakah ada yang salah dengan watak ku? apakah aku tidak bekerja dengan benar? bagiku panggilan konseling adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, karena tidak ada penghargaan bagiku yang sudah bekerja dengan sebenar-benarnya, indikator pekerjaan ku adalah keberhasilan dalam operasional sehari-hari, tidak ada masalah yang tidak bisa kami pecahkan bersama di kantor, tapi kenapa aku harus di konseling???
di tempat konseling aku bertemu banyak orang di sana, mungkin sekitar 20 orang, hal yang ada di pikiranku ada juga di pikiran mereka semua, "kenapa kami di perlakukan seperti ini?". kami merasa seperti tidak di perlakukan dengan adil.
saat pertemuan pembicara nya adalah 2 org psikolog, banyak hal yg di ceritakan, dari situ aku melihat berbagai karakter yang berbeda dari orang2 yang ada di ruangan tersebut... intinya yang diruangan tersebut adalah orang-orang yang terbuang, dan itu termasuk diriku.
akhirnya sampai juga giliran padaku, nama nya juga konseling, jadi di sana hanyar bertukar pikiran. kemudian si psikolog bercerita, beliau pernah juga bekerja pada salah satu perusahaan ketika beliau masih muda, beliau adalah orang yang pintar, kalau tidak, tidak mungkin sekarang beliau menjadi seorang psikolog yang mempunyai reputasi. Beliau bercerita bahwa dulu sering beradu argumen dengan atasan, hampir yang beliau ceritakan tentang diri beliau sangat mirip denganku, dan atasan menjadi tidak senang dengan beliau. suatu saat ada teman beliau bercerita, sang atasan pernah bercerita bahwa beliau itu adalah orang yang pintar, dan beliau juga benar, tapi CARANYA YANG SALAH
banyak dari kita tidak sadar siapa yang kita hadapi, dia atasan atau siapa. ada atasan yang bisa menerima ada yang tidak bisa menerima, terutama apabila kita masih berumur 20an, dan atasan kita sdh 40an, kebanyakan sangat sulit dari mereka yang mau di kritik oleh kita yang masih muda.
inti dari konseling yang aku terima terutama untuk diriku sendiri adalah, pertahankan apa yang sudah baik dari diri kamu, dan perbaiki yang kurang dari diri kamu, perbaiki cara berkomunikasi kepada orang yang lebih tua, dan sejak saat itu aku mulai memperbaiki CARA yang tadi salah...
akhirnya sekarang sudah mulai berjalan normal, atasan sdh mulai menghargai hasil dari pekerjaan ku.
tapi karena idealis ku masih ada, rasa nya masih nyesek juga kalau melihat sesuatu yang di manipulasi tidak sesuai dengan kenyataan
semoga bisa di ambil hikmahnya, amin
No comments:
Post a Comment