Friday, December 3, 2010

tes

Why My Story Will Shock You... And How After What Seemed To Be An Endless 4 Month Battle, I Eventually Cleared My Acne Within Days.

If you're thinking about using lotions, drugs or any other product to get rid of acne, I'm extremely relieved that you've found my blog because not only will my story shock you, it'll almost certainly save your health, your money as well as a lot of time and heart ache.

I will tell you exactly why over a 4 month period I tried but was forced to give up with Acneticin, Oxycerin and a range of other cleansing bars and products... and how I finally managed to get rid of my acne completely with a unique product called 'Acne Free In 3 Days'.

My name is Sandy Jameson and like so many teenagers and young adults, I spent months desperately trying to get rid of my acne.

I never used to have issue with my skin at all. However, in January 2008, after having perfect skin for so many years I began life at a new college. Even though this was fantastic and I was having a great time, the problem was my whole lifestyle was altered. My diet changed, I was sleeping less and because of the work load it actually became quite stressful.

The Inevitable Started To Happen.

My skin slowly started to worsen and probably due to lack of exercise and the poor quality of the food I was eating, within 8 weeks I was covered in zits and things didn't get any better from there.

After a few months the work eased off slightly and I actually did have the chance to start swimming and made a big effort to get myself healthy again - which I hoped would improve my skin. However, after hoping for the best for a number of weeks, it became obvious that it wasn't going to work.

And that was the point when I realized I had to do something about it.

I Tried Oxycerin & Failed.

At the time, Oxycerin was the 'in thing' to do and after speaking to three of my friends who had had moderate success with it, I decided to give it a go.

At first it worked out reasonably well and my skin did start to improve slightly - and although that wasn't exactly something to get too excited about, at least it was a start. And any 'start' was good!

However, after a few weeks, things began to go downhill. One of the major issues was that I was spending so muchmoney on the product. $129.99 for a small bottle was far more than I could afford and it seemed like I was going back to the drug store every two minutes to purchase more bottles. I found that I needed much more than the recommended dosage for it to have any real effect.

I was working my way through hundreds of dollars which was becoming a problem, especially as a student.

Eventually I had to stop.

Then I Tried Acneticin Pills But Was Forced To Give Them Up.

After only 14 days using these pills I began to feel unhealthy and ill. I don't know why but even with no medical expertise at all, I recognized that my digestive system was running into problems. I was also getting terrible migraines.

The most worrying thing of all was that I got a warning from my doctor and after deciding that the pain and suffering I was experiencing wasn't worth it compared to the benefit the product was having on my skin, I threw the pills in the bin the very next day.

I then tried a range of scrubs and lotions such as the Asso Gold Cleansing Bar. However, after going through one of the bars within 12 days (it cost $124!) I soon realized that if I was actually going to get rid of my acne for good, this just wasn't going to work., unless I wanted to go broke of course!

Eventually, I found something that worked.

Having spent so much time, money and energy desperately trying to succeed with products, lotions and pills that ultimately had very little effect on my skin was a big regret. However, the next thing I tried that was called Acne Free In 3 Days.

I had never heard of it before and because of my recent experiences, I was initially a little dubious. But after reading some extremely complimentary reviews and learning that the cost was minimal compared to everything else I tried, I decided to give it a shot.

What seemed to be so different with this program was that a major consideration was health although more importantly (obviously!) I discovered an almost unbelievable trick to remove acne permanently using an entirely natural method.

Here's why I recommend it.

The reason why I recommend Acne Free In 3 Days is because I followed their plan for a matter of days and the results were almost unbelievable.

Although it did take me a few days longer to clear my acne that it says on the website, I did manage to clear most of it up in 6 days, which I'm sure you'll agree is pretty astonishing. I'm almost at the stage of being able to look at myself in the mirror again!

In my opinion, this is way more superior and far more effective than any of the other products I tried. Obviously everyone is different but it has worked extremely well for me. The genial part is you simply eat normal food that you can buy from your local store. They tell you what to eat. You eat it - and your acne disappears. What could be simpler? You don't even have to order special pills or drugs from a website or anything like that.

Anyway, I hope you've found this information useful whatever your situation because if I had known about Acne Free in 3 Days a few months back, I would have lost my zits long ago without wasting my time and money with all these other things. I wish you every success!

Sincerely,

Sandy Jameson

Sunday, May 16, 2010

10 Hal Yang Tak Terbeli Dengan Uang


10 Hal Yang Tak Terbeli Dengan Uang

Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.

2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.

3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.

4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

di ambil dari kaskus

Monday, February 22, 2010

pantaskah manusia sombong?

ok skrg kita akan introspeksi diri...

topik nya adalah, pantaskah manusia sombong?

nah sekarang apa yg mau kita sombongkan?
1. harta
2. tahta
3. bentuk fisik
apa lagi ya? banyak lagi deh yang mungkin bisa kita sombongkan...

semua hal di atas mungkin sekelumit hal yang beberapa orang dari kita bisa sombongkan, pertanyaan nya apakah semua hal yang kita sombongkan itu abadi?

kita akan coba bahas dari asal muasal penciptaan manusia.
  1. seperti tertulis dalam Al-Qur'an bahwa manusia itu di buat dari tanah, berarti hakekatnya kita semua itu berasal dari sesuatu yang sama, dan tidak lah pantas kita menyombongkan diri karena tidak ada perbedaan diantara kita.
  2. nah... klo yang ini lebih extrim lagi nih, kita pasti sudah tahu bagaimana caranya bikin anak (secara duniawi) yaitu dengan persetubuhan, saya yakin kita semua pasti sudah hapal di luar kepala, bahkan mungkin sudah ada yang praktek. secara ilmu dunia, manusia tercipta dari air mani bertemu dengan sel telur (mudah-mudahan bener ya). nah itu benda yang ketemu kan najis, sesuatu yang sangat lah tidak berharga, dan kita semua berasal dari situ, kita semua berasal dari sesuatu yang kotor. Jadi mengapa kita mesti sombong?
seharusnya 2 penjelasan di atas sudah cukup untuk membuat orang untuk tidak menyombongkan diri (klo dia masih punya otak tentunya).

kalau kita menyombongkan diri pada harta misalnya, apakah sewaktu kita lahir kita membawa harta? TIDAK
siapa yang memberikan harta itu kepada kita? klo orang sombong mungkin jawab nya seperti ini nih "itu berkat kerja keras saya", ok itu memang benar ga salah jwb nya, tapi kalau kita kembalikan lagi dan kita terus berpikir siapa yang memberikan semua itu, dia lah Allah SWT.

jadi kesimpulan nya : kita tidak berhak menyombongkan segala yang kita miliki, karena kita lahir tidak membawa apapun, dan ketika kita meninggal pun kita tidak akan membawa apapun, akan hilang semua kesombongan kita apabila kita sudah berhadapan dengan yang namanya kematian

Saturday, February 20, 2010

Lupa

sebelumnya aku pengen nulis sesuatu tapi apa ya??? lupa...

terkadang sebuah ide tulisan muncul tidak di sangka2, kadang muncul ketika mau tidur, kadang bahkan sambil merokok merenung...

aku bahkan kadang berpikir spesialisasi yang ku tulis nih apa sih sebenarnya? tentang hidupkah? tentang cintakah? atau apa? aku juga tidak tau...

nanti deh kalau aku sudah dapat ide apa yang ingin aku tuangkan maka aku akan menuangkan nya di sini, mudah-mudahn bi samenjadi bahan diskusi nantinya

Tuesday, February 16, 2010

kenapa musibah di berikan kepada manusia

di suatu kota sedang di buat sebuah gedung bertingkat , di lokasi tersebut sangat ribut, banyak sekali orang bekerja, suatu ketika orang yang berada di lantai 2 memanggil teman nya yang ada di lantai 1, namun karena begitu ribut nya di wilayah tersebut sehingga yang di bawah tidak bisa mendengar panggilan yang di atas, teman nya yang di lantai 2 akhirnya melemparkan sebuah koin kepada teman nya yang ada di bawah, namun dia hanya mengambil koin tersebut dan kembali bekerja, kemudian teman nya yg di lantai 2 melemparkan batu kerikil kepada teman nya yang di bawah, dan akhirnya dia menoleh juga ke atas...

ilustrasi di atas adalah bahwa kita sebagai manusia setiap mendapat rezeki atau pun musibah harus lah menengok ke atas, kepada Allah SWT. sekarang ketika kita mendapat kan rezeki kita hanya mengambilnya tanpa mengucap syukur, namun ketika mendapatkan musibah barulah kita menengok ke atas kepada Allah SWT. jadi wajar lah ketika kita sdh melupakan panggilan Nya dia akan menimpakan musibah pada diri kita, supaya kita kembali mengingat Nya.

Semoga Allah mengampuni dosa kita semua

buat yang masih muda dan sudah punya pekerjaan

saat ini umur ku 25 thn... dan saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di indonesia, aku hanya lulusan SMK swasta. itu adalah latar belakang ku

alkisah (cie....) aku adalah seorang yg keras kepala, aku selalu memegang prinsip, aku seorang yang idealis, aku tidak bisa bersilat lidah untuk menjilat, aku hanya bisa berkata apa kenyataan yang ada di hadapanku, aku bekerja dengan sungguh2 (setidaknya semua itu yang dikatakan oelh teman2ku sekantor). hasil nya dari semua watak ku di atas adalah aku di panggil oelh perusahaan untuk di konseling, konseling bukan merupakan prestasi, namun adalah panggilan untuk memperbaiki diri... terlintas di kepalaku waktu itu, apakah ada yang salah dengan watak ku? apakah aku tidak bekerja dengan benar? bagiku panggilan konseling adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, karena tidak ada penghargaan bagiku yang sudah bekerja dengan sebenar-benarnya, indikator pekerjaan ku adalah keberhasilan dalam operasional sehari-hari, tidak ada masalah yang tidak bisa kami pecahkan bersama di kantor, tapi kenapa aku harus di konseling???

di tempat konseling aku bertemu banyak orang di sana, mungkin sekitar 20 orang, hal yang ada di pikiranku ada juga di pikiran mereka semua, "kenapa kami di perlakukan seperti ini?". kami merasa seperti tidak di perlakukan dengan adil.
saat pertemuan pembicara nya adalah 2 org psikolog, banyak hal yg di ceritakan, dari situ aku melihat berbagai karakter yang berbeda dari orang2 yang ada di ruangan tersebut... intinya yang diruangan tersebut adalah orang-orang yang terbuang, dan itu termasuk diriku.
akhirnya sampai juga giliran padaku, nama nya juga konseling, jadi di sana hanyar bertukar pikiran. kemudian si psikolog bercerita, beliau pernah juga bekerja pada salah satu perusahaan ketika beliau masih muda, beliau adalah orang yang pintar, kalau tidak, tidak mungkin sekarang beliau menjadi seorang psikolog yang mempunyai reputasi. Beliau bercerita bahwa dulu sering beradu argumen dengan atasan, hampir yang beliau ceritakan tentang diri beliau sangat mirip denganku, dan atasan menjadi tidak senang dengan beliau. suatu saat ada teman beliau bercerita, sang atasan pernah bercerita bahwa beliau itu adalah orang yang pintar, dan beliau juga benar, tapi CARANYA YANG SALAH

banyak dari kita tidak sadar siapa yang kita hadapi, dia atasan atau siapa. ada atasan yang bisa menerima ada yang tidak bisa menerima, terutama apabila kita masih berumur 20an, dan atasan kita sdh 40an, kebanyakan sangat sulit dari mereka yang mau di kritik oleh kita yang masih muda.

inti dari konseling yang aku terima terutama untuk diriku sendiri adalah, pertahankan apa yang sudah baik dari diri kamu, dan perbaiki yang kurang dari diri kamu, perbaiki cara berkomunikasi kepada orang yang lebih tua, dan sejak saat itu aku mulai memperbaiki CARA yang tadi salah...

akhirnya sekarang sudah mulai berjalan normal, atasan sdh mulai menghargai hasil dari pekerjaan ku.

tapi karena idealis ku masih ada, rasa nya masih nyesek juga kalau melihat sesuatu yang di manipulasi tidak sesuai dengan kenyataan

semoga bisa di ambil hikmahnya, amin

sayangi diri sendiri

sayangi diri sendiri sebelum menyayangi orang lain, hargai diri sendiri sebelum menghargai orang lain, hormati diri sendiri sebelum menghormati orang lain. banyak lagi hal lain nya yang berawal dari diri sendiri, kenapa seperti itu? ini menurut gwe ya.. kalau kita tidak mulai dari diri sendiri apakah kita harus mulai dulu dengan orang lain...

sayangi diri sendiri, kalau kita sendiri tidak bisa menyayangi diri, bagaimana kita bisa merasakan sayang yg diberikan orang lain pada diri kita?

so... jangan berpikir yang aneh2 deh, jgn dlu berpikir bahwa tak ada yang sayang pada diri kita, banyak orang di sekitar kita yang sayang pada diri kita, cuma caranya saja yang berbeda-beda dalam mengexpresikan rasa sayang.